Rabu, 12 Januari 2011


PERSIT YONIF 644/WLS KUNJUNGI SENTRA KERAJINAN KAPUAS HULU
Putussibau, 26  Oktober 2010…Sebagai wujud kecintaan akan budaya dan kerajinan lokal masyarakat Kapuas Hulu, 12 orang anggota Persit Yonif 644/Walet Sakti mengunjungi Sentra Kerajinan Kapuas Hulu di desa Pala Pulau. Sesuai arahan dari pengurus Cabang (Brigif), kegiatan ini dimaksudkan untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu Persit, syukur-syukur bisa meningkatkan kesejahteraan, selain itu juga untuk lebih mendekatkan diri kepada lingkungan sekitar. Beberapa kerajinan tangan yang akan dipelajari antara lain, anyaman dari daun pandan dalam bentuk tas, tempat tissue dll. Pembuatan baju khas Dayak yang dihiasi dengan manic-manik, tenun dan sebagainya. “Alhamdulillah pemerintah daerah melalui Dinas Perindag merespon dan memfasilitasinya, sehingga ke depan beberapa ibu-ibu persit akan bergabung di Sentra Kerajinan Kapuas Hulu untuk belajar membuat beberapa kerajinan tangan yang nota benenya merupakan kekayaan budaya khas Kapuas Hulu” ujar Ny Tina Heri Prakosa selaku Ketua Ranting Persit…(Hp94).

Sabtu, 08 Januari 2011

PAUD

YONIF 644/WLS SIAP MENDIRIKAN PAUD
Putussibau, 31 Desember 2010…”Anak adalah tabungan”…. Bagi orang tua, anak merupakan kebanggaan yang tidak ternilai harganya, sehingga banyak hal kita korbankan untuk kepentingan anak. Bekal terpenting bagi anak adalah Pendidikan…demikian kalimat singkat yang disampaikan oleh Letkol Inf Heri Prakosa, Danyonif 644/Walet Sakti saat ditemui di ruang kerjanya. Saat ini terdapat 94 anak-anak di Yonif 644/Walet Sakti, dimana sekitar 40 orang bersekolah di TK, SD dan SMP di Putussibau sedangkan sisanya adalah Balita yang belum bersekolah. Kebutuhan dasar bagi anak selain pendidikan adalah bermain, sehingga perlu dibuat  suatu ruang bermain bagi anak-anak sekaligus sarana sosialisasi anak-anak asrama. Secara bertahap, telah dibuat sarana mainan anak-anak berupa Papan Seluncuran 2 unit, Ayunan Tali 2 unit dan Jungkat-Jungkit 2 unit. Belum juga diresmikan pemakainnya oleh Danyonif 644/Walet Sakti ternyata mainan telah diserbu oleh anak-anak. Alhamdulillah, respon dari anak-anak dan orang tua sangat besar, hal ini terlihat dari ramainya anak-anak dan orang tua yang berada di taman bermain, ke depan akan kita tambah lagi dengan jenis mainan yang lain, jelas Danyon. Ini baru awal, ke depan akan kita kembangkan taman bermain dengan mendirikan PAUD (pendidikan anak usia dini), saat ini tidak kurang dari 20 anak usia 3 s.d 5 tahun yang bisa kita masukkan ke dalam PAUD. Kami sudah melakukan penjajakan dengan Diknas Kabupaten Kapuas Hulu mengenai mekanisme pendirian PAUD dan mendapat respon yang cukup baik. Saat ini ruang kelas sedang kita siapkan dilengkapi dengan gambar sehingga menarik bagi anak-anak, beberapa meja belajar juga sudah ada bantuan dari Bank Kalbar dan BRI Putussibau, tinggal kita siapkan peserta didik, , mainan dan bahan edukasi serta tenaga pengajar. Tenaga pengajar akan kita manfaatkan anggota Persit didampingi pengajar dari luar sesuai rekomendasi Diknas. “Yah, ini hanya upaya kecil kami mas, semoga dapat terealisasi, intinya kami ingin anak-anak mendapat haknya bermain dan orang tua lebih memperhatikan kebutuhan pendidikan anak dan ini bukan untuk anak-anak asrama namun bagi masyarakat sekitar yang berminat kami akan senang hati menerimanya”, ucap Danyonif diakhir pertemuan…(Hp 94).

WAlet sakti beraksi



YONIF 644/WLS BERHASIL MEMBUDIDAYAKAN JANGKRIK
Putussibau, 27 Desember 2010…Icon Kapuas Hulu salah satunya adalah Arwana Merah atau dalam bahasa daerah dinamakan ikan Sin Luk. Penangkar Sinluk banyak dijumpai di sepanjang pantai Kapuas, sedangkan sebagian kecil lainnya berada di pinggir anak sungai Kapuas. Kualitas Arwana Kapuas Hulu sudah diakui diberbagai kota di tanah air, seperti Jakarta, Bandung, Pontianak dan lain-lain. Namun sebaliknya, para penangkar Arwana juga masih mendatangkan makanan Arwana dari luar daerah, seperti Belut, Lipas, Kecoa dan Kodok dari Pontianak, bahkan untuk Jangkrik didatangkan khusus dari daerah Semarang. Namun tidak lama lagi, para penangkar Arwana Kapuas Hulu tidak perlu lagi jauh-jauh mendatangkan Jangkrik dari Jawa karena di Yonif 644/Wls sudah berhasil membudidayakan Jangkrik. Tidak kurang dari 16 kotak ukuran 60 x 150 cm berisi Jangkrik hasil budidaya berhasil dikembangkan. Kopda Kelana anggota Yonif 644/Wls yang berhasil membudidayakan Jangkrik di rumahnya mengatakan bahwa ini baru upaya mencoba, Alhamdulillah berhasil, tak kurang dari 57 kg Jangkrik telah dipanen dan separohnya tidak dipanen karena dijadikan sebagai indukan. Hasil panen kemarin itu saja belum mencukupi permintaan dari pak Agus, pemilik kolam Arwana Lestari yang ada di Jaras, sambung Kopda Kelana. Di tempat terpisah, saat dikonfirmasi, Danyonif 644/Wls membenarkan berita keberhasilan budidaya Jangkrik di satuannya. Sebagai Komandan Satuan saya selalu mengajak dan mendorong para prajurit untuk selalu berfikir kreatif dan inovatif, jangan hanya mengeluh dengan keterbatasan yang ada. Saya selalu katakan kepada prajurit bahwa kita harus bisa “memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat disekelilingnya sehingga keberadaan kita selalu dirindukan dan dibutuhkan oleh masyarakat. Setidaknya ini bukti kami bahwa prajurit Yonif 644/Wls bisa memberikan kontribusi positif bagi perekonomian masyarakat Kapuas Hulu, bagaimana tidak, Jangkrik yang dijual dipasaran saat ini adalah Rp 100,-/ekor, sedangkan kita hanya menjual Rp 65.000/kg yang berisi sekitar 3.000 ekor Jangkrik, berarti setiap kg Jangkrik kita mampu memangkas harga Rp 115.000,- (Hp 94).